Diposting oleh Reffin Yunita | 1 komentar

Hakikat Dzikir


Hakikat Dzikir - Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany

Allah SWT memberikan petunjuk kepada ahli dzikir melalui firmanNYA:
"Dan berdzikirlah kepadaNYA sebagaimana Dia memberikan petunjuk kepadamu." (QS. Al-Baqarah: 198)

Rasulullah SAW bersabda: "Yang paling utama aku ucapkan, aku dan ucapan para Nabi sebelumku adalah Laa Ilaaha Illallaah..."

Semula adalah dzikir Lisan, kemudian dzikir Jiwa (Nafs), kemudian dzikir Qalbu, lalu dzikir Ruh, lantas dzikir Sirr (rahasia ruh), kemudian dzikir Rahasia (khafi), lalu dzikir Paling Rahasia (akhfal khafy).

Dzikir Lisan, adalah dzikir dimana dengan dzikir itu mengingatkan qalbu yang alpa pada dzikrullah Ta'ala.
Dzikir Nafs, adalah dzikir yang terdengar oleh huruf maupun suara, tetapi terdengar oleh rasa dan gerak-gerik dalam batin.
Dzikir Qalbu, adalah aktifitas qalbu dengan segala apa yang tersembunyi di dalamnya dari pancaran Kemaha-agunganNYA dan Kemaha-indahanNYA.
Dzikir Ruh, tersimpul pada penyaksian cahaya-cahaya Tajalli Sifat.
Dzikir Sirr, adalah fokusnya keterasingan rahasia-rahasia Ilahiyah.
Dzikir Khafy, adalah menyelaraskan cahaya-cahaya Kemaha-indahan Dzat Ahadiyah di posisi yang benar.
Dzikir Akhfal Khafy, adalah memandang pada hakikat Haqqul Yaqin, dan tak ada yang tampak kecuali hanya Allah Ta'ala, sebagaimana firmanNYA:
"Maka sesungguhnya Dia Maha Tahu yang rahasia dan yang lebih tersembunyi." (QS. Thaaha: 7)

Melanggengkan dzikir kepada Allah SWT sebagai keharusan yang mesti dilakukan oleh para pencari, sebagaimana firmanNYA:
"Yaitu orang-orang yang berdzikir kepada Allah baik ketika berdiri dan ketika duduk dan ketika tidur, dan bertafakkur..." (QS. Ali-Imron: 191)
Yang dimaksud dengan berdiri adalah dzikir di siang hari, dan makna "duduk" adalah dzikir di malam hari. Begitu pula ketika dalam tidur, dalam suasana tergenggam Ilahi, terhamparkan keluasan jiwanya, ketika sehat, sakit, kaya, miskin, mulia dan abadi, dsb.

Orang yang berdzikir mestinya selalu punya wudhu yang sempurna. Ketika berdzikir semestinya ada hentakan kuat dalam hatinya sehingga qalbunya menjadi hidup dengan cahaya-cahaya itu. Demikian juga, hati yang hidup itu tidak tidur, maka hati yang hidup juga tidak mati, seperti sabda Nabi SAW:
"Mataku tidur dan hatiku tidak tidur." (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya."

"Niat orang beriman itu lebih baik dari amalnya. Dan niat orang fasik itu lebih buruk ketimbang amalnya."

"Siapa yang mencari dunia dengan amal-amal akhirat, maka ia tidak mendapatkan sama sekali pahala di akhirat."

Dunia adalah ladang akhirat, jika tidak bertanam di dunia ia tidak panen di akhirat.

[ Buku Filosofi Dzikir, KH. M Luqman Hakim ]

1 komentar:

  1. Blue Titanium Art of Playing Cards - TITIAN ART
    These TITIAN remmington titanium ART titanium industries of Playing Cards micro touch titanium trimmer designed for use with playing cards. titanium welder Get the best results and improve your learning and creative use of titanium auto sales the

    BalasHapus